Simulasi Contoh Soal Olimpiade Matematika OSN SMA : 2025 (3)

Soal 1

Diberikan function f : ℤ → ℤ dengan sifat:
f(x + 2) - 2f(x + 1) + f(x) = 0 untuk semua x ∈ ℤ.
Jika diketahui f(0) = 2 dan f(1) = 3, tentukan f(10).

Lihat Pembahasan Soal 1

Soal 2

Diketahui barisan bilangan didefinisikan oleh:
a1 = 5, an+1 = an + n2.
Hitung a20.

Lihat Pembahasan Soal 2

Soal 3

Misalkan p(x) adalah suatu polinomial dengan koefisien real yang memenuhi p(x) · p(1-x) = (x(1-x))3 untuk semua x.
Tentukan p(½).

Lihat Pembahasan Soal 3

Soal 4

Carilah semua bilangan bulat positif n sehingga n2 + 1 membagi 2n + 1.

Lihat Pembahasan Soal 4

Soal 5

Pada segitiga ABC, diketahui ∠A = 60°, AB = AC + BC.
Tentukan besar ∠B dan ∠C.

Lihat Pembahasan Soal 5

Soal 6

Misalkan x, y, dan z bilangan real positif yang memenuhi xyz = 1. Buktikan bahwa
(1 + x)(1 + y)(1 + z) ≥ 8.
Kapan kesetaraan terjadi?

Lihat Pembahasan Soal 6

Soal 7

Diberikan persamaan lingkaran x2 + y2 + 2gx + 2fy + c = 0 yang melalui titik-titik A(1,2), B(2,3), dan C(3,2). Tentukan nilai g, f, dan c.

Lihat Pembahasan Soal 7

Soal 8

Diberikan himpunan S = {1, 2, 3, ..., 10}. Banyak cara memilih tiga bilangan yang berlainan dari S sehingga jumlah ketiganya habis dibagi 3 adalah m. Tentukan m.

Lihat Pembahasan Soal 8

Soal 9

Untuk bilangan real a, b, c dengan a + b + c = 0, buktikan bahwa:
a2b2 + b2c2 + c2a2 ≥ abc(a + b + c).

Lihat Pembahasan Soal 9

Soal 10

Tentukan semua pasangan (x, y) bilangan real yang memenuhi
x2 + y2 = 4xy
dan
x + y = 6.

Lihat Pembahasan Soal 10

Pembahasan

Pembahasan Soal 1

Persamaan rekurens: f(x+2) - 2f(x+1) + f(x) = 0, dengan f(0) = 2 dan f(1) = 3.

Bentuk khas rekurens ini menyerupai solusi barisan linear homogen dengan karakteristik (r-1)2 = 0 sehingga r=1 (akar ganda). Umum: f(x) = A + Bx. Substitusikan kondisi awal:

f(0) = A = 2
f(1) = A + B = 3
maka B = 1
    

Jadi f(x) = 2 + x. Untuk x=10, f(10) = 2 + 10 = 12.

Kembali ke Soal 1

Pembahasan Soal 2

a1 = 5, an+1 = an + n2. Kita cari a20. Tulis beberapa suku awal:

a₁ = 5
a₂ = a₁ + 1² = 5 + 1 = 6
a₃ = a₂ + 2² = 6 + 4 = 10
...
    

Secara umum, an = a1 + (1² + 2² + ... + (n-1)²). Jumlah kuadrat 1² + 2² + ... + k² = k(k+1)(2k+1)/6.

Maka an = 5 + [(n-1)n(2n-1) / 6].

Untuk n=20:

a₂₀ = 5 + [19*20*39 / 6]
     = 5 + [19*20*39 / 6]
     = 5 + [19*20*39 / 6]
     = 5 + [19*20*13 / 2]  (karena 39 = 3*13, dan 6 = 2*3)
     = 5 + 19*10*13
     = 5 + 2470
     = 2475
    
Kembali ke Soal 2

Pembahasan Soal 3

Diberikan p(x) · p(1-x) = (x(1-x))3. Perhatikan derajat polinomial dan sifat simetri: jika p(x) adalah polinomial berderajat n, maka p(1-x) juga berderajat n, dan produk kedua polinomial berderajat 2n.

Di sisi kanan, (x(1-x))3 berderajat 6. Jadi 2n = 6 → n=3. Asumsikan p(x) = a(x - α)(x - β)(x - γ). Karena p(x)p(1-x) adalah simetris terhadap x = ½, sering kali solusi simetris muncul: p(x) = k [ x(1-x) ]m. Di sini, m=3/2 bukan bilangan bulat, tetapi kita duga p(x) = k [x(1-x)]3/2 tidak mungkin polinomial.

Strategi lain: kita cari bentuk umum p(x) = ax3 + bx2 + cx + d. Lalu p(1-x) = a(1-x)3 + b(1-x)2 + c(1-x) + d. Saat dikalikan, harus sama dengan (x(1-x))3.

Dengan analisis (atau penyesuaian koefisien) akan didapat p(x) = ± (x(1-x))3/2, tetapi agar menjadi polinomial nyata, bentuknya mungkin p(x) = k x3 (1-x)0 + ..., dan setelah pembuktian penuh, kita peroleh p(x) = ± x3. Namun karena p(1-x)p(x) harus sama persis, maka ± x3 × ± (1-x)3 = x3(1-x)3. Koefisien ± harus disesuaikan agar diperoleh (x(1-x))3.

Intinya, setelah pembuktian detail (yang lumayan panjang), dapat disimpulkan p(x) seharusnya sebanding dengan x3, dan cek konsistensi terhadap p(1-x) → (1-x)3. Dari kondisi p(x)p(1-x) = (x(1-x))3, kita simpulkan p(x) = x3.

Maka p(1/2) = (1/2)3 = 1/8.

Kembali ke Soal 3

Pembahasan Soal 4

Carilah semua n > 0 sehingga n2 + 1 | 2n + 1.

Uji beberapa nilai kecil:

n=1, n²+1=2, 2ⁿ+1=3, 2 membagi 3? Tidak.
n=2, n²+1=5, 2ⁿ+1=5, 5 membagi 5? Ya, n=2 solusi.
n=3, n²+1=10, 2ⁿ+1=9, 10 membagi 9? Tidak.
n=4, n²+1=17, 2ⁿ+1=17, 17 membagi 17? Ya, n=4 solusi.
n=5, n²+1=26, 2ⁿ+1=33, 26 membagi 33? Tidak.
    

Uji lebih lanjut atau gunakan sifat modulo: 2n + 1 ≡ 0 (mod n2 + 1). Ternyata solusi yang mungkin adalah n=2 dan n=4 saja. Pembuktian keketatannya dapat dilakukan dengan analisis modulo lebih tinggi (misal, untuk n > 4, 2n cenderung tumbuh lebih cepat).

Jawaban: n = 2 dan n = 4.

Kembali ke Soal 4

Pembahasan Soal 5

Segitiga ABC dengan ∠A = 60°, dan AB = AC + BC.

Misalkan AC = b, BC = a, AB = c. Dari syarat: c = a + b. Gunakan Hukum Cosinus pada ∠A:
c2 = a2 + b2 - 2ab cos(60°) = a2 + b2 - ab.

Karena c = a + b, maka:
(a + b)2 = a2 + b2 + 2ab = a2 + b2 - ab
→ 2ab + ab = 0
→ 3ab = 0 → ab ≠ 0 (karena sisi segitiga harus > 0), kontradiksi jika kita salah menafsir. Sehingga perlu meninjau bahwa pemilihan "AB = a + b" perlu diatur dengan benar.

Trik lain: misalkan BC = x, AC = y. Maka AB = x + y. Dengan Cosinus: (x + y)2 = x2 + y2 - 2xy cos(60°) = x2 + y2 - xy.
(x + y)2 = x2 + y2 + 2xy = x2 + y2 - xy
2xy + xy = 0 → 3xy = 0 → x=0 atau y=0. Ini tidak mungkin untuk sisi segitiga.

Berdasarkan diskusi ini, masalahnya menjadi lebih subtil. Ternyata, syarat AB = AC + BC tidak dapat dipenuhi jika ∠A = 60° dan sisi-sisi positif. Hal ini menunjukkan "segitiga" cenderung degenerat.

Jika kita ijinkan segitiga degenerat, maka ∠B atau ∠C = 0° (tak wajar) dan lainnya = 120°. Sehingga ∠B = 120°, ∠C = 0° (atau sebaliknya).

Jadi segitiga tak-biasa ini memiliki ∠B = 120° dan ∠C = 0° (atau ∠B = 0°, ∠C = 120°).

Kembali ke Soal 5

Pembahasan Soal 6

Diketahui x, y, z > 0 dengan xyz = 1. Buktikan (1 + x)(1 + y)(1 + z) ≥ 8.
Gunakan AM-GM:
1 + x ≥ 2√x, 1 + y ≥ 2√y, 1 + z ≥ 2√z.
Maka (1 + x)(1 + y)(1 + z) ≥ 8 √xyz = 8 √1 = 8.

Kesetaraan terjadi bila 1 = x = y = z = 1.

Kembali ke Soal 6

Pembahasan Soal 7

Lingkaran: x2 + y2 + 2gx + 2fy + c = 0, melalui A(1,2), B(2,3), dan C(3,2).

Substitusi titik A(1,2):
1 + 4 + 2g + 4f + c = 0 → 5 + 2g + 4f + c = 0. (1)

Substitusi titik B(2,3):
4 + 9 + 4g + 6f + c = 0 → 13 + 4g + 6f + c = 0. (2)

Substitusi titik C(3,2):
9 + 4 + 6g + 4f + c = 0 → 13 + 6g + 4f + c = 0. (3)

Dari (1) dan (2), selisih:
(2) - (1) : (13 - 5) + (4g - 2g) + (6f - 4f) + (c - c) = 0
8 + 2g + 2f = 0 → g + f = -4. (4)

Dari (2) dan (3), selisih:
(3) - (2) : (13 - 13) + (6g - 4g) + (4f - 6f) + (c - c) = 0
2g - 2f = 0 → g = f. (5)

Dari (4) dan (5), g + g = -4 → 2g = -4 → g = -2, f = -2.

Substitusikan ke (1): 5 + 2(-2) + 4(-2) + c = 0
5 - 4 - 8 + c = 0 → c = 7.

Jadi (g, f, c) = (-2, -2, 7).

Kembali ke Soal 7

Pembahasan Soal 8

S = {1, 2, ..., 10}. Banyak cara memilih tiga bilangan berlainan agar jumlahnya habis dibagi 3.

Klasifikasi menurut sisa modulo 3:
- Sisa 0: {3, 6, 9}
- Sisa 1: {1, 4, 7, 10}
- Sisa 2: {2, 5, 8}

Tiga bilangan berbeda bisa habis dibagi 3 jika:
(a) ketiganya sisa 0,
(b) ketiganya sisa 1,
(c) ketiganya sisa 2,
(d) satu sisa 0, satu sisa 1, satu sisa 2.

  • (a) Pilih 3 dari himpunan sisa 0 (3,6,9). Hanya C(3,3) = 1 cara.
  • (b) Pilih 3 dari himpunan sisa 1 (1,4,7,10). C(4,3) = 4 cara.
  • (c) Pilih 3 dari himpunan sisa 2 (2,5,8). C(3,3) = 1 cara.
  • (d) Pilih masing-masing satu dari sisa 0, 1, dan 2. Terdapat 3 × 4 × 3 = 36 cara.

Total m = 1 + 4 + 1 + 36 = 42.

Kembali ke Soal 8

Pembahasan Soal 9

a + b + c = 0. Buktikan:
a2b2 + b2c2 + c2a2 ≥ abc(a + b + c).

Perhatikan ruas kanan: abc(a+b+c) = abc · 0 = 0. Sehingga perlu membuktikan a2b2 + b2c2 + c2a2 ≥ 0, yang jelas benar karena setiap suku adalah kuadrat tak negatif.

Kembali ke Soal 9

Pembahasan Soal 10

x2 + y2 = 4xy dan x + y = 6.

Dari x2 + y2 = 4xy → x2 - 4xy + y2 = 0 → (x - y)2 - 2xy = 0 (tidak langsung sederhana).
Atau tulis (x/y + y/x) = 4. Biarkan y = 6 - x, substitusi:
x2 + (6 - x)2 = 4x(6 - x).

x² + 36 - 12x + x² = 24x - 4x²
2x² - 12x + 36 = 24x - 4x²
6x² - 36x + 36 = 0
x² - 6x + 6 = 0
    

Solusi x = [6 ± √(36 - 24)] / 2 = [6 ± √12] / 2 = 3 ± √3. Maka y = 6 - x = 3 ∓ √3.

Jadi pasangan (x, y) = (3 + √3, 3 - √3) atau (3 - √3, 3 + √3).

Kembali ke Soal 10

Baca Juga :